Manado, FajarAktual.com
Sorak sorai penonton di Stadion Klabat Manado pada Senin (24/11/25) bukan hanya menandai berakhirnya PORPROV XII Sulawesi Utara, tetapi juga menjadi saksi lahirnya tonggak baru bagi dunia olahraga Minahasa. Di tengah gegap gempita penutupan, Kontingen Minahasa tampil sebagai salah satu bintang utama dengan mencatatkan prestasi mengesankan—170 medali dan peringkat kedua klasemen akhir.

Pada malam yang penuh energi itu, Bupati Minahasa Robby Dondokambey, SSi, MAP, bersama Ketua TP-PKK Minahasa Ny. Martina W. Dondokambey-Lengkong, SE, tampak hadir dengan raut bangga. Mereka didampingi Wakil Bupati Vanda Sarundajang, SS, serta Ketua DPRD yang juga Ketua KONI Minahasa Drs. Robby Longkutoy, MM. Kehadiran jajaran lengkap tersebut mencerminkan betapa pentingnya momentum ini bagi Kabupaten Minahasa.
Penutupan PORPROV XII dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, yang turut didampingi Ketua TP-PKK Sulut Ny. Anik Yulius Selvanus. Namun perhatian publik malam itu tak lepas dari sorotan terhadap capaian Minahasa—58 emas, 45 perak, dan 67 perunggu—yang menjadi salah satu raihan terbaik dalam sejarah keikutsertaan mereka.
Dalam sambutannya, Bupati Robby Dondokambey menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh atlet dan tim pendukung.

“Prestasi ini adalah hasil kerja keras, disiplin, dan semangat juang para atlet Minahasa. Kami sangat bangga. Terima kasih juga kepada Gubernur dan Wakil Gubernur atas dukungan penuh. Minahasa siap menyambut tantangan berikutnya,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Tak hanya merayakan prestasi, malam itu juga menjadi titik awal perjalanan baru. Pada momen seremonial, Gubernur Sulut secara resmi menyerahkan bendera PORPROV kepada Bupati Minahasa—penanda bahwa Minahasa bersama Kota Tomohon resmi ditetapkan sebagai tuan rumah PORPROV XIII Sulut 2027.
Penunjukan Minahasa sebagai tuan rumah bukan sekadar seremonial. Ini adalah amanah besar untuk menyiapkan panggung olahraga terbesar di Sulawesi Utara. Dukungan mulai mengalir dari berbagai pihak—termasuk para kepala daerah, Forkopimda, KONI, hingga para atlet yang hadir.
Atmosfer kebersamaan dan optimisme begitu terasa. Banyak pihak menilai bahwa dengan potensi atletik yang dimiliki serta kesiapan infrastruktur yang semakin berkembang, Minahasa berpeluang besar menciptakan PORPROV paling meriah dan kompetitif pada 2027 nanti.
Setelah rangkaian lomba usai, gaung PORPROV XII memang mereda. Namun bagi Minahasa, justru inilah awal dari perjalanan panjang sebagai tuan rumah. Berbagai persiapan mulai dirancang, dari fasilitas olahraga hingga penguatan atlet lokal yang kelak akan kembali berlaga di rumah sendiri.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulut Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH, jajaran Forkopimda, para kepala daerah se-Sulut, pengurus KONI, dan seluruh kontingen dari berbagai kabupaten/kota.
PORPROV XII mungkin telah ditutup, tetapi semangat yang ditinggalkan—terutama bagi Kabupaten Minahasa—baru saja dinyalakan.
(Ivan)













